Lowongan CPNS Pemerintah Daerah dan Jumlah Formasi yang Tersedia

Selain Kementerian dan Lembaga Pemerintah yang membuka lowongan CPNS, Pemerintah Daerah juga memberikan kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Namun untuk kesempatan ini, satu-satunya Pemerintah Daerah yang membuka kesempatan tersebut hanyalah  Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

1. Kalimantan Utara, 500 formasi.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs BKN yakni sscn.bkn.go.id. Pelamar harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor KK, dan NIK Kepala Keluarga.

Perlu kami tambahkan bahwa pelamaran ini tidak memungut biaya untuk semua tahapan seleksi. Demikian disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Asman Abnur. Ia juga mengimbau calon pelamar tidak percaya jika ada calo yang menjanjikan kelulusan.

Coba peruntungan Anda. Selamat berjuang.

 

Baca juga:
Lowongan CPNS Lembaga dan Jumlah Formasi yang Tersedia

Lowongan CPNS Kementerian dan Jumlah Formasi yang Tersedia
 

Bagikan ke teman anda

Lowongan CPNS Lembaga dan Jumlah Formasi yang Tersedia

Sebagai lanjutan informasi lowongan CPNS yang telah dibuka oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang telah kami berikan di artikel terdahulu, berikut ini kami sajikan informasi lowongan di Lembaga Pemerintah dan jumlah formasi yang tersedia.

1. Kejaksaan Agung, 1.000 formasi
2. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), 300 formasi
3. Lembaga Administrasi Negara (LAN), 299 formasi
4. Badan Narkotika Nasional (BNN), 275 formasi
5. Badan Keamanan Laut (BAKAMLA), 225 formasi
6. Badan Kepegawaian Negara (BKN), 212 formasi
7. Kepolisian Republik Indonesia, 200 formasi
8. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), 182 formasi
9. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), 175 formasi
10. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 175 formasi
11. Badan SAR Nasional, 160 formasi
12. Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 157 formasi
13. Badan Intelijen Negara (BIN), 199 formasi
14. Badan Pengawas Obat dan Makanan, 110 formasi
15. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), 99 formasi
16. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), 98 formasi
17. Badan Ekonomi Kreatif, 93 formasi
18. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), 90 formasi
19. Badan Nasional Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), 87 formasi
20. Setjen DPR, 85 formasi
21. Mahkamah Konstitusi (MK), 70 formasi
22. Badan Informasi Geospasial (BIG), 67 formasi
23. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), 60 formasi
24. Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), 60 formasi
25. Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), 53 formasi
26. Komisi Yudisial (KY), 33 formasi
27. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), 28 formasi
28. Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG), 26 formasi
29. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), 25 formasi
30. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), 10 formasi

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs BKN yakni sscn.bkn.go.id. Pelamar harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor KK, dan NIK Kepala Keluarga.

Perlu kami tambahkan bahwa pelamaran ini tidak memungut biaya untuk semua tahapan seleksi. Demikian disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Asman Abnur. Ia juga mengimbau calon pelamar tidak percaya jika ada calo yang menjanjikan kelulusan.

Selamat mencoba peruntungan Anda.

 

Baca juga:
Lowongan CPNS Kementerian dan Jumlah Formasi yang Tersedia

Lowongan CPNS Pemerintah Daerah dan Jumlah Formasi yang Tersedia
 

Bagikan ke teman anda

Lowongan CPNS Kementerian dan Jumlah Formasi yang Tersedia

Pemerintah, melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengumumkan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di berbagai kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman dalam keterangan tertulis, Minggu (10/9/2017), mengatakan: “Pendaftaran akan dibuka mulai Senin tanggal 11 September 2017 dan ditutup tanggal 25 September 2017”.

Bagi pembaca infoalamat.com, berikut ini adalah daftar kementerian yang membuka lowongan CPNS, mudah-mudahan berguna bagi Anda.

1. Kementerian Keuangan, 2.880 formasi
2. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, 1.610 formasi
3. Kementerian Riset, Teknologi, dan PT, 1.500 formasi
4. Kementerian PUPR, 1.000 formasi
5. Kementerian Kesehatan, 1.000 formasi
6. Kementerian Agama, 1.000 formasi
7. Kementerian LHK, 700 formasi
8. Kementerian Perhubungan, 400 formasi
9. Kementerian Pertanian, 475 formasi
10. Kementerian Perindustrian, 380 formasi
11. Kementerian Kelautan dan Perikanan, 329 formasi
12. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 300 formasi
13. Kementerian Sekretariat Negara, 178 formasi
14. Kementerian Ketenagakerjaan, 160 formasi
15. Kementerian Sosial, 160 formasi
16. Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, 91 formasi
17. Kementerian PANRB, 91 formasi
18. Kementerian Luar Negeri, 75 formasi
19. Kementerian ESDM, 65 formasi
20. Kementerian Perdagangan, 65 formasi
21. Kementerian Pertahanan, 50 formasi
22. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, 40 formasi
23. Kementerian Pariwisata, 40 formasi
24. Kementerian PPN/BAPPENAS, 38 formasi
25. Kementerian Pemuda dan Olah Raga, 27 formasi
26. Kementerian Bidang Polhukam, 25 formasi
27. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 25 formasi
28. Kementerian BUMN, 25 formasi
29. Kementerian KUKM, 25 formasi
30. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 21 formasi

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs BKN yakni sscn.bkn.go.id. Pelamar harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor KK, dan NIK Kepala Keluarga.

Perlu kami tambahkan bahwa pelamaran ini tidak memungut biaya untuk semua tahapan seleksi. Demikian disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Asman Abnur. Ia juga mengimbau calon pelamar tidak percaya jika ada calo yang menjanjikan kelulusan.

Selamat mencoba.

 

Baca juga:
Lowongan CPNS Lembaga dan Jumlah Formasi yang Tersedia

Lowongan CPNS Pemerintah Daerah dan Jumlah Formasi yang Tersedia
 

Bagikan ke teman anda

Prinsip Dasar Asuransi

 

Di dalam perjanjian asuransi, terdapat beberapa prinsip yang harus dipahami dan dipatuhi oleh kedua belah pihak sehingga penjanjian asuransi menjadi sah, yaitu:

Insurable Interest :

Adalah hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.

Jadi, anda dikatakan memiliki kepentingan atas obyek yang diasuransikan apabila Anda menderita kerugian keuangan seandainya terjadi musibah yang menimbulkan kerugian atau kerusakan atas obyek tersebut. Kepentingan keuangan ini memungkinkan Anda mengasuransikan harta benda atau kepentingan anda. Apabila terjadi musibah atas obyek yang diasuransikan dan terbukti bahwa Anda tidak memiliki kepentingan keuangan atas obyek tersebut, maka Anda tidak berhak menerima ganti rugi.

Utmost Good Faith :

Adalah suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah : si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.
Intinya adalah bahwa Anda berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan teliti mengenai segala fakta-fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan. Prinsip inipun menjelaskan risiko-risiko yang dijamin maupun yang dikecualikan, segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara jelas serta teliti.

Proximate Cause :

Adalah suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.

Jadi apabila kepentingan yang diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan, maka pertama-tama dicari sebab-sebab yang aktif dan efisien yang menggerakkan suatu rangkaian peristiwa tanpa terputus sehingga pada akhirnya terjadilah musibah atau kecelakaan tersebut.

Suatu prinsip yang digunakan untuk mencari penyebab kerugian yang aktif dan efisien adalah: “Unbroken Chain of Events” yaitu suatu rangkaian mata rantai peristiwa yang tidak terputus.

Indemnity :

Adalah suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).

Subrogation :

Adalah pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.

Prinsip subrogasi diatur dalam pasal 284 kitab Undang-Undang Hukum Dagang, yang berbunyi: “Apabila seorang penanggung telah membayar ganti rugi sepenuhnya kepada tertanggung, maka penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menimbulkan kerugian pada tertanggung”.

Contribution:

Adalah hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.

Anda dapat saja mengasuransikan harta benda yang sama pada beberapa perusahaan asuransi. Namun bila terjadi kerugian atas obyek yang diasuransikan maka secara otomatis berlaku prinsip kontribusi.

 
Baca juga:

Pengertian Asuransi

Fungsi dan Tujuan Ber-Asuransi

Jenis Resiko yang Dapat Diasuransikan

Merencanakan Program Asuransi

Istilah Dalam Asuransi

 

Bagikan ke teman anda

Merencanakan Program Asuransi

 

Untuk mengikuti suatu program asuransi ada baiknya anda merencanakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Antara lain kita perlu:

Menetapkan Tujuan Ber-Asuransi.

Dalam mengelola resiko, terdapat hal-hal yang mendasarinya, seperti kemungkinan kerusakan atau kehilangan atas properti yang anda miliki. Keputusan Anda membeli sebuah mobil baru harus Anda imbangi dengan usaha melindungi dari kemungkinan kehilangan dan kemungkinan atas kerusakan fisik kendaraan akibat kecelakaan.

Mengumpulkan informasi mengenai Asuransi yang Ingin Diikuti

Untuk bisa memahami hal tersebut, Anda harus berusaha mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai segala sesuatu tentang program asuransi, misalnya seperti apa atau siapa saja yang harus diasuransikan, jenis-jenis asuransi yang sangat dibutuhkan, besarnya tingkat premi, dan kredibilitas perusahaan asuransi.

Memilih Jenis Asuransi

Pilihlah asuransi yang sesuai dengan perencanaan anggaran yang telah Anda buat, hitung kembali kebutuhan asuransi Anda mulai dari kebutuhan dalam membeli asuransi jiwa, kesehatan, lalu asuransi yang melindungi seluruh properti atau aset Anda. Lakukanlah satu persatu dan upayakan tetap realistis dengan pendapatan serta anggaran.

Melakukan Evaluasi Terhadap Program yang Dipilih

Pikirkan untuk masa kurang lebih dua atau tiga tahun kedepan atau ketika ada perubahan dalam fase hidup Anda, seperti menikah, memiliki anak, dan memiliki rumah sendiri. Kebutuhan akan jumlah dana pertanggungan dalam asuransi akan bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah yang menjadi objek tanggungan dalam keluarga atau menanggung kebutuhan hidup orang tua Anda.

 

Baca juga:

Prinsip Dasar Asuransi

Fungsi dan Tujuan Ber-Asuransi

Jenis Resiko yang Dapat Diasuransikan

Pengertian Asuransi

Istilah Dalam Asuransi

 

Bagikan ke teman anda